Kalo Ikhwan Nyari ‘Gebetan’ (2)

FBI= Female Bidikan Ikhwan

Sobat, dari komentar ikhwan-ikhwan yang kena todong STUDIA pas ditanya soal
akhwat idaman, mereka nangkepnya lagi ditanya soal sosok yang bakal jadi
istrinya. Geer banget kan? Tapi wajar aja sih kalo kegeeran, itu kan gejala
normal seorang jomblo. Padahal untuk calon istri, mungkin lebih khusus lagi
kriterianya. Kayak gimana sih?

Menurut Anas, “Tipe yang Anas suka..tipe yang memang benar-benar pantas jadi
istri. Simpel kan? Dia harus bisa jadi benteng pertama dari sisi apapun bagi
anak-anaknya..karena (mungkin) tugas suami adalah mencari nafkah (cenderung
keluar)..”

Kalo pendapat Zubair, “…Sopan, cukup ekspresif, pandai komunikasi, wajah
lumayan cantik, kulitnya putih kalo bisa enn sabar. Bahkan kalo ada sih yang
ilmu keislamannya baik + akhlaknya baik, jadi bisa ngingetin kita kalo
salah…”

Namun kini, kondisi yang meminta kehadiran wanita di dunia kerja tak bisa
dihindari. Ada aja akhwat yang sudah kerja di kantoran, menjadi buruh
pabrik, atau pengen kerja meski udah merit. Gimana dengan akhwat model gini?

Kalo buat pytm, “..pengennyah sih punya istri tuh di rumah ajah. Meski bisa
dongkrak ekonomi dalam negeri, tapi tetep ajah amanah di rumah lebih gede.
Boleh kerja tapi di sekitar rumah. Ga boleh jauh. Trus yang ringan. Jadi
guru TK ato apalah…”

Sobat, sosok FBI alias female bidikan ikhwan sepertinya nggak harus punya
kelebihan secara fisik, status sosial, suku, status pendidikan, atau
dandanan. But, nggak berarti cuek banget, hanya saja bukan prioritas. Itu
aja kok. Nggak lebih.

Syakhsiyahmu yang kumau

Bagi bagi seorang ikhwan, mikir-mikir dulu kalo mau menominasikan lawan
jenis yang cuma punya kelebihan di penampilan fisik sebagai idaman. Apa
pasal?

Pertama, penampilan fisik itu sifatnya sementara. Bakal habis bin pudar
dimakan usia atau bisa rusak karena musibah. Kalo kita matok rasa suka bin
cinta cuma lantaran fisik, siap-siap aja kehilangan keindahan yang memikat
kita itu. Nggak bener-bener cinta tuh kayaknya.

Kedua, lawan jenis yang diidamkan bukan cuma untuk mengisi ruang khayal
semata, jadi bahan gosipan di antara teman, atau buat nemenin ke kondangan.
Lebih dari itu, akhwat idaman berarti seseorang yang ditargetkan untuk
menjadi istri, ibu dari anak-anak, mitra dakwah, sekaligus seorang sahabat
dekat yang mengingatkan kala khilaf dan memompa semangat kita saat dirundung
musibah. Semua peran itu dilahirkan dari pemahaman Islam dan kedewasaan
dalam bersikap pada diri seorang akhwat, bukan dari penampilan fisik. Catet
tuh!

Kondisi ini mengingatkan kita pada sebuah hadits: “Tiga kunci kebahagiaan
seorang laki-laki adalah istri shalilah yang jika dipandang membuatmu
semakin sayang dan jika kamu pergi membuatmu merasa aman, dia bisa menjaga
kehormatanmu, dirinya, dan hartamu; kendaraan yang baik yang bisa mengantar
ke mana kamu pergi; dan rumah yang damai yang penuh kasih sayang.” (M.
Fauzhil Adhim, ‘Kupinang Engkau dengan Hamdallah’)

Nah sobat, sepertinya kepribadian (syakhsiyah) seorang akhwat yang tercermin
dalam caranya berpikir dan bersikap sesuai aturan Islam layak jadi ukuran
standar bagi kaum Adam untuk memilih istri. Kalo emang bener mo ngebangun
rumah tangga yang sakinah mawahdah, wa rohmah. Tapi bukan berarti kita
ngelarang kamu pake pertimbangan fisik lho. Silahkan aja kalo mo pake
standar ideal: cantik, kaya, sholihah, dan mau ama kita. Tapi kalo kriteria
itu nggak ada, cukup asal mau ama kita, sholihah, kaya dan cantik.
Yeee…itu mah sama aja atuh!

Ups! Maksute relakanlah predikat sholehah dari seorang wanita yang menerima
cinta kita mengalahkan ego kita untuk dapetin yang cantik atau tajir. Yakin
deh, selalu ada inner beauty dan kekayaan yang tak ternilai oleh materi pada
diri seorang wanita sholehah (pengalaman nih ceritanya, huhuy!). Yes!

Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian menikahi wanita karena
kecantikannya semata, boleh jadi kecantikannya itu akan membawa kehancuran.
Dan janganlah kalian menikahi wanita karena kekayaannya semata, boleh jadi
kekayaannya itu akan menyebabkan kesombongan. Tapi nikahilah wanita itu
karena agamanya, sesungguhnya budak wanita yang hitam lagi cacat, tetapi
taat beragama adalah lebih baik (daripada wanita kaya dan cantik yang tidak
taat beragama).” (HR Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

One Response

  1. imma orangnya penurut ma suami aja deh.🙂 imma kan pingin bisa masuk surga firdaus karena ini.
    Amin….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: