Ikhwan Idaman Akhwat (1)

Kayak gimana sih ikhwan yang dicari, diharepin, dan diinginkan akhwat?

1. Keimanannya dong ya…

Sebagai seorang muslim, tentunya setiap perbuatan kita wajib menyesuaikannya
dengan aturan Islam. Nggak boleh sesukanya. Nah, termasuk dalam hal memilih
calon pendamping hidup, baik ikhwan maupun akhwat. Tapi di edisi pekan ini
kita pengen tahu pendapat para akhwat soal ikhwan idamannya.

Sebut saja Mawar, ia punya kriteria ikhwan idaman, “Yang saleh, baik, cakep,
pengertian, ngerti agama,” paparnya via e-mail yang pertanyaan udah disebar
STUDIA via beberapa mailing list.

“Kalo aku sih pengennya tuh ikhwan taat beribadah alias sholeh, hormat sama
ortu, sopan, baik hati, pinter. Tapi yang jelas yang pertama agamanya harus
OK dan punya semangat berjuang di jalan Allah dengan istiqomah,” tulis
Ninink dalam e-mailnya.

Mila, bukan nama sebenarnya ikutan ngasih komen, “Tipe ikhwan yang disukai,
biasa, standar akhwat: Baik agamanya, baik akhlaknya, baik sama keluargaku,
mengerti aku (egois banget ya? Hehe..), lebih pinter dari aku (tapi bukan
pinter ngeboong ya), punya inner (enak dipandang juga boleh), udah punya
penghasilan en mapan (kalo ini request-an ibuku… hehehe),” Mila
ngejembrengin via e-mailnya.

Hmm.. para ikhwan, kedengarannya sederhana ya? Pengen ngarepin tipe ikhwan
yang sholeh. Nah, masalahnya, amal sholeh tuh kan selalu digandeng dengan
keimanan. Sebab, nggak mungkin ada amal sholeh tanpa keimanan. Nggak mungkin
pula ada orang yang sholeh tapi nggak beriman. Tul nggak?

2. Cakep? Boljug deh…

Ehm… akhwat juga manusia lho. Maka wajar dong kalo kepengen ‘gandengannya’
(truk kaleee..) tuh sedap dipandang mata. Meski nggak semua ngelihat
tampang, tapi ada juga yang ngarepin nilai plusnya. Artinya, imannya oke
tapi ganteng juga dong. Boleh-boleh aja sih.

“Jujur aja kalo ngeliat ikhwan yang cakep mupeng alias muka pengen juga kali
ya, apa lagi kalo dia rajin beribadah. Tapi kayaknya hanya suka sebatas
penglihatan aja kali. Syukur-syukur sih bisa berjodoh ama dia he..he..he..”
tulis Ira di surat elektroniknya.

Sebut saja akhwat berinisial “sg”, doi nulis begini dalam e-mail yang
dikirim ke STUDIA, “Tergantung sih, saya bukan tipe orang yang gampang suka
ama cowok cakep. Sebab, saya suka cowok yang punya kekhasan cara pandang
(ideologis gituuuh), rambutnya gondrong, celananya rombeng, berani
berbicara, seneng baca buku (kecuali komik), terbuka/bijak (dalam arti, saat
menemukan sesuatu yang benar mau menerima dan beralih dari cara pandang
sebelumnya), wawasannya luas, tegas, PeDe, bertanggungjawab, cerdas booo,
jidatnya nggak item, celana nggak nyongklang.” Waduh, nih sih diborong semua
dong? Hehehe.. nggak apa-apa tiap orang kan berbeda selera.

Silakan aja kalo mo nyari yang ganteng or cakep. Sah-sah aja. But, pastikan
dong yang Arjuna-mu itu taat beribadah dan sholeh. Tul nggak? Kalo cuma
cakep doang sih rugi. Tapi kalo ada yang keimanannya oke, ilmu agamanya oke,
dan cakep pula, boleh juga diincer. Asal ada syaratnya, dia juga suka sama
kamu. Gubrak! (iya dong, masa’ sih kita harus bertepuk sebelah tangan—Pupus
dong jadinya)

**bersambung**

One Response

  1. akhwat lebih baik cari yang sholeh, berakhlak mulia dan nggak malas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: