Foto

pusing3

Sabtu dan Ahad kemarin merupakan hari yang cukup meribetkan bagi kami sekeluarga terutama saya dan suami. Pasalnya foto close up untuk membuat paspor suami beserta negative nya hilang entah kemana. Weekend kami akhirnya dihabiskan untuk mencari keseluruh penjuru rumah. Mulai dari rak buku di bagian depan, tengah, lemari baju, kardus berisi data-data penting, sampai bawah kasur. Wah…bisa dibayangkan rumah jadi seperti apa. Berantakan sekali. Semakin membuat kami jadi tidak tenang dan terburu-buru agar segera menemukannya. Ditambah pula makin lama kami makin emosi saja kemana barang itu berada. Lelah, cape, sumpek, marah, dsb beradu menjadi satu. Hari sabtu telah usai, tapi kami belum mendapatkan hasilnya.

“Sudah…kita istirahat dulu. Kita menenangkan pikiran dulu saja. Siapa tahu dengan hati kita tenang, barang itu mudah untuk ditemukan.” Saran saya pada suami.

Perjuangan kami mulai lagi hari Ahadnya. Subhanalloh…Alloh pasti berencana lain. Atau mungkin kita lupa akan sesuatu hal, berdoa pada Alloh? Ahad juga tak kami dapatkan. Kami benar-benar rasanya sudah putus asa. Tempat mana lagi yang belum kami jamah? Semuanya tak ada. Atau apa mungkin Alloh telah menyembunyikannya dari kami? Selepas sholat aku akhirnya menambah doa-doa yang sebelumnya belum pernah aku ucapkan. “Ya Alloh…mudahkanlah kami menemukan barang itu. Jika Engkau menyembunyikannya, ku mohon tunjukkan pada kami. Hanya kepadaMu lah kami minta pertolongan. Amin…”

Esoknya Senin, saya mendapat perintah dari suami saya untuk mencarinya kembali. Bismillah…Saya mulai lagi menyisir rak buku yang disinyalir kemungkinan besar suamiku menaruhnya disana. Aku lihat dengan seksama dan dengan penuh hati-hati bahkan tiap lembar buku saya buka satu per satu sambil merapikan kembali rak itu. Dan akhirnya….Alhamdulillah diluar dugaan, saya temukan foto&negatifnya tepat di dalam album foto yang sudah tidak terpakai lagi karena sudah rusak. Benar, tidak salah lagi. Inilah foto yang kami cari-cari selama ini. Padahal suami juga telah mencari-cari di bagian itu. Saya langsung mengirim sms ke suami untuk memberikan kabar gembira ini. Alhamdulillah…sepulang nya suami, ia membawa oleh-oleh martabak telur dan ciuman mesra dari suami sebagai hadiah jerih payah saya menemukan foto itu. Alhamdulillah…terimakasih ya Robb…

Dari kejadian ini kami bisa mengambil ibroh nya. Salah satunya, mohon pertolongan hanya pada Alloh dengan sungguh-sungguh. Coba teman-teman pikir, tanpa petunjuk dari Alloh saya dipastikan tidak akan menemukannya. Padahal kami sudah menyisir semua bagian rumah. Tapi ternyata Alloh menunjukkannya dengan sangat mudah sekali. Dimana kami benar-benar tidak menyangka, ternyata ada di tempat itu. Wah… Alloh benar-benar luar biasa. Saya semakin cinta dengan Nya. Amin…Ibroh kedua, tentu saja rumah kami jadi semakin tertata rapi. Karena hasil bongkar-bongkar itu, mau tidak mau kami harus merapikan kembali. Ibroh yang ke tiga dan seterusnya? Tentu saja saya semakin disayang suami. Betul kan sayang?

Terimaksih ya Robb…sungguh luar biasa pengalaman kami ini. Kami tentu akan semakin bersyukur atas nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami. Alhamdulillahirobbil’alamiin……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: