Sehari Bersama Ayah

bersamaayah Ahad, 4 Januari 2009. Pengasuhan Azhar anak kami mengharuskan berada di tangan ayahnya. Pasalnya bunda Azhar mengikuti BATRE 7 sebagai pelatihan awal anggota baru FLP Depok. Acaranya dimulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00 lewat sedikit.

Sebenarnya tidak tenang meninggalkan mereka berdua terutama Azhar hingga berjam-jam jauh dari bundanya. Tapi apa boleh buat, saya juga tidak mungkin membawanya ke pelatihan itu. Karena tentu saja akan merepotkan saya dan saya tidak bisa berkosentrasi secara penuh. Pasti sia-sia saja mengikuti pelatihan itu. Ketidak tenangan itu saya buktikan dengan sering-sering menanyakan kabar via sms ke suami saya. Salah satu bunyi sms yang saya kirimkan ke suami adalah;

“ Mas lagi apa ma Azhar? Jujur ade selalu ingat kalian, orang yang selalu ade rindu dan cinta. Ade berat meninggalkan kalian. Sabar ya mas… Ade ingin menuntaskan ini semua. Ade ingin menjadi istri dan ibu yang professional nantinya dengan ade kembangin bakat. Ade minta support dan ijin mas. Karena semua tidak bisa terlaksana dengan baik tanpa mas dibelakang ade. Ade sayang sama mas. Ade senang bersama mas. ILU.”

Kemudian di jawab suami dengan :

“Ya udah gpp…Ini lagi main ma Azhar. Ya itung-itung merasakan momong anak.” He…he…he…

Saya membayangkan, Azhar mandi, disuapin makan, main, nidurin, ganti celana karena ngompol, dsb semua dilakukan oleh ayahnya. Belum lagi kalau Azhar harus pup. Wah… ngebayangin suami bisa melakukan itu semua atau tidak ya.

Alhamdulillah…saya bangga punya suami seperti dia. Suami saya telah berhasil bersama Azhar sehari itu. Leganya lagi saat saya pulang, saya disambut dengan senyuman paling manis dari suami saya. Kemudian kecupan sayang darinya juga saya dapatkan. Entah mengapa. Padahal saya pikir suami akan marah karena meninggalkan mereka dalam jangka waktu yang cukup lama. Karena saya tak pernah melakukan ini sebelumnya. Alhamdulillah saya punya suami seperti dia. Suami saya mendukung saya sepenuhnya untuk menulis. Asal…saya juga tahu tanggung jawab saya sebagai istri dan ibu bagi anak saya.

Terimakasih sayang…Engkau tidak hanya menjadi suami yang baik buat saya, tapi juga ayah yang baik buat Azhar. Tetap semangat ya… Bunda dan Azhar mencintaimu selalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: