Goceng

Pagi itu saya beranikan diri untuk belanja sayuran yang letaknya sekitar 150 meteran dari rumah selepas shubuh. Pengalaman pertama setelah saya pindah rumah di Depok bersama suami yang baru menikahi saya seminggu sebelumnya.

“Wortel ini harganya berapa bu?” Tanya saya pada penjual sayuran itu.

“Cenggo aja.” Jawabnya nyantai yang sempat membuat saya bertanya-tanya dan kebingungan.

“Ih ibu ini ko tidak menjawab pertanyaan saya ya?” pikir saya dalam hati. Dan kemudian saya berpikir positif saja, mungkin beliau tidak mendengar pertanyaan saya atau mungkin masih sibuk meladeni pelanggannya yang lain atau mungkin ibu itu menjawab pertanyaan pelanggan yang lainnya yang nama sayuran itu adalah sayuran “cenggo”.

Saya pun kemudian memilih-milih sayuran dan lauk lainnya. Saya melihat ada ikan mujaer yang masih segar disana. Saya ambil kemudian saya tanya lagi ke penjual itu. “Ikan ini berapa bu?”

“Goceng.” Ia menjawab sambil mengambilkan toege ke pembeli yang lain.

Saya pun mengulanginya lagi pertanyaan saya sebelumnya, “Maaf bu, harga ikan ini berapa?”

“Goceng, bu.” Jawabnya lagi dengan agak keras sedikit volumenya. Tatapan mata semua orang tertuju pada saya.

Saya pun kelimpungan dengan ibu-ibu yang sama menjadi pembeli seperti saya. Ada yang salah dengan saya? Kok semua orang melihat saya seperti aneh? Akhirnya saya pasang senyum malu saya pada mereka kemudian bertanya lagi, “Maaf bu, goceng itu apa?”

Mereka pun membalas dengan simpul senyum yang hampir semua gigi-gigi mereka terlihat. Kemudian salah satu ibu pembeli menjawab pertanyaan saya, “Goceng itu lima ribu bu. Cenggo itu seribu lima ratus. Gopek itu lima ratus.”

“Orang baru ya? Dari mana?” Tanya seorang lainnya.

“Iya, saya dari Jawa Timur.” Jawab saya.

Saya benar-benar malu sekali saat itu. Sambil mengingat-ingat dan menghafal semua kata-kata baru yang baru saya dapatkan itu, saya menyudahi petualangan saya dengan membayar semua belanjaan saya itu kemudian berlalu dari mereka.

Sampai di rumah, suami yang saya ceritakan kejadian tadi langsung tertawa. “Hiks…hiks…hiks…”

***

Nama : Imma Rahmawati Ulfa

Usia : 25 tahun

Asal Kota : Depok

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: