Pemuda Egois

Pagi menjelang siang itu kulangkahkan tubuh dan pikiranku menuju sebuah tempat keramain. Orang hilir mudik berlalu lalang dengan tujuan yang entah kemana, kutakdapat menyebutnya satu persatu.  Begitu juga dengan kendaraan panjang mirip ular itu, datang dan pergi dengan cepatnya. Suara bisingnya, suara alarmnya, dan suara tubuh kendaraan itu semakin membuatku ingin segera menungganginya.

Fiuh… deretan antri lumayan cukup panjang telah menyapaku pertama kali di loby tepat di depan loket karcis. Beberapa menit kemudian aku dapatkan tiket itu, only Rp. 5500 dengan fasilitas AC jurusan Bekasi-Kota. Tapi kalo seperti ini ceritanya dapat tempat duduk yang nyaman bakal tinggal impian. Pasalnya usai aku dapat tiket itu, kendaraan itu sudah parkir di jalurnya dan sudah menelan banyak penumpang yang berjubel-jubel ria tadinya. Masya Allah…segera aku maraton menuju tubuhnya yang panjang itu.

Hap! Aku ikut ditelan. Mulai dari gerbong dari belakang, terus kususuri lorong itu hingga bagian depannya. Terus saja kedua penglihatanku melirik-lirik mencari celah kosong untuk menaruh cuma pantatku saja sudah cukup. Ternyata usahaku taksia-sia, meski ikut berdesak-desakkan aku akhirnya dapat tempat duduk di gerbong paling depan. Alhamdulillah…lega rasanya. Aku bisa tetap membaca buku yang sejak awal menjadi incaranku untuk segera dikhatamkan meski saat itu tempat duduk sudah mulai terisi penuh. Mulailah perjalananku menuju kota.

“Ihhh…laki-laki ga tahu diri.”  batinku saat itu pada seorang laki-laki yang usianya takjauh beda denganku. Konsentrasi membacaku buyar seketika. Gerbong yang aku tempati memang makin lama makin penuh. Tiap orang yang mencoba bergabung di gerbong yang sama pasti  mereka harus rela untuk berdiri. Tak ada sedikitpun tempat duduk yang tersisa. Hanya laki-laki yang bermurah hati saja yang mau memberikan tempat duduknya untuk ibu-ibu yang sedang membawa anak kecilnya atau ibu-ibu yang mulai menua termakan usia. Tapi baru kali ini aku melihat laki-laki muda yang menurutku justru takpantas mendapatkan tempat duduk. Persis di depan laki-laki paruh baya itu sedang berdiri seorang nenek yang sudah cukup tua sedang berpegangan tangan dengan anaknya laki-laki.

Kenapa sih egois banget ga kasih tempat duduknya pada nenek yang berdiri tepat di depannya.  Dia malah cuek kayak bebek kemudian entah pura-pura tidur atau memang benar-benar tertidur. Kulirik sebelah-sebelahnya, sepertinya juga tak ada inisiatif untuk menegur laki-laki muda itu. Gemes rasanya melihat kedzoliman yang dilakukannya pada nenek itu. Sayangnya posisiku sekarang sudah berdiri karena mengalah pada seorang ibu yang menggendong balitanya. Aku teringat akan Azhar dulu waktu masih kecil harus menggendongnya, pasti capek jika tidak duduk. Toh aku sudah lumayan lama duduknya tadi.

Ya, lagi- lagi aku masih geregetan dengan laki-laki muda itu. Apalagi melihat nenek itu sudah semakin taktangguh pegangan tangannya. Membayangkan jika nenek itu tiba-tiba jatuh dari berdirinya. Membayangkan jika seandainya aku tua nanti mendapat perlakuan yang sama. Mana jiwa keperkasaan para pemuda? Mana jiwa solidaritas tinggi seorang pemuda? Apakah keegoisan itu justru diperbudak dengan tanpa melihat situasi yang seharusnya diredam? MasyaAllah…

Semoga menjadi renungan buat pemuda khususnya. Masa depan masih panjang. Hidup takkan berpihak jika kita tetap memegang tali keegoisan kita. Tahu tidak, bahwa Allah pasti membalas apa yang telah kita perbuat (dzolim) pada orang lain? Pasti itu.

QS. Al-Araaf : 29

“Kaum Musa berkata: “Kami telah ditindas (oleh Fir’aun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang. Musa menjawab: “Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi(Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu[557].”

[557]. Maksudnya: Allah akan membalas perbuatanmu, yang baik dibalas dengan yang baik, dan yang buruk dibalas dengan yang buruk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: