The Power of Mother

WORDS SHARE CONTEST ‘AKU BISA’

Pengirim : Imma R. Rusydi

Terinspirasi dari sebuah cerita yang dulu pernah saya baca sebelum akhirnya saya menikah. Semoga dengan cerita yang saya tulis kembali akan memotivasi teman-teman yang membacanya. Ceritanya begini :

Suatu hari ada seorang anak yang menghampiri ibunya yang sedang sibuk memasak di dapur. Anak ini membawa catatan yang sudah ia tulisi dan ia siap menunjukkannya pada ibunya.
“Ibu, lihatlah catatanku!”
“Catatan apa nak? Sebentar ya…”sang ibu pun penasaran dengan apa yang ditulis si anak. Selepas membereskan semuanya, sang ibu membacanya. Catatan itu tertulis :

1. Membersihkan kamar tidur 1 minggu Rp 5000
2. Disuruh ibu ke toko Rp 3000
3. Menjaga adik saat ibu pergi Rp 5000
4. Menyiram tanaman Rp 4000
5. Membuang sampah Rp 2000
6. Membersihkan/menyapu halaman Rp 5000
7. Membersihkan mainan sendiri Rp 1000
8. Dapat nilai bagus Rp 5000
Jumlah keseluruhan dalam 1 minggu = Rp 30.000

“Jadi hutang ibu minggu ini sejumlah 30.000 rupiah, bu.” Sang anak memandang ibu dengan sangat harap.

Sang ibu terdiam dan memikirkan sesuatu. Ibu teringat akan kenangan-kenangan bersama sang anak. Kemudian beberapa saat kemudian sang ibu pun mengambil pulpen dan menulis di balik kertas catatan itu. Ibu menulis :

1. 9 bulan ibu mengandungmu : gratis
2. setiap malam menemanimu sampai tidur : gratis
3. membawamu ke dokter dan mengobatimu : gratis
4. mendoakanmu setiap sholat ibu : gratis
5. susah payah membesarkanmu sampai sekarang : gratis
6. membeli baju, buku, mainanmu : gratis
7. air mata yang sudah ibu keluarkan : gratis
Total cinta yang sudah ibu berikan padamu = gratis semua

Setelah membaca tulisan ibu, sang anak langsung menangis dan kemudian memeluk ibunya dengan erat.
“Ibu…aku sangat sayang sekali sama ibu.” Sambil sesenggukan suaranya.
“Ibu juga sayang kamu, nak.” Sambil tersenyum kemudian mencium rambut buah hatinya.
Tak lama kemudian, sang anak mengambil pulpen kemudian menulis di kertas yang sama dengan tulisan “LUNAS”.

Dari kisah di atas, kita bisa mengambil pelajarannya. Bahwa sebenarnya seberapa besar uang yang kita dapatkan kemudian kita berikan pada ibu kita, atau seberapa banyak keringat yang telah kita keluarkan untuk pekerjaan kita dan yang akan kita berikan pada ibu, takkan bisa menandingi dengan apa yang telah ibu lakukan pada kita hingga kita sampai dalam keadaan seperti ini. Saya jadi teringat sebuah hadis yang pernah saya dan suami bahas bersama, yang bunyinya :

“Seorang anak tidak akan bisa membalas jasa orang tuanya, kecuali ia mendapati orang tuanya menjadi budak, lalu dibeli dan dimerdekakannya.” (HR.Muslim).

Hadis di atas menyatakan bahwa begitu besarnya jasa orang tua hingga kita takmampu untuk membalasnya. Kecuali orangtuanya menjadi budak. Padahal jaman sekarang sudah tidak ada yang namanya perbudakan. Jika jaman dulu masih ada, itu pun harus membayar sangat besar untuk sebuah kemerdekaan orang tua. Bisa dibayangkan bahwa begitu berharganya orang tua kita.

“Seorang laki-laki datang menemui Nabi SAW, dan bertanya, “Ya Rasulullah, siapakah orang yang lebih berhak untuk kuperlakukan dengan baik?” Rasulullah menjawab, “Ibumu.” Dia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Rasulullah menjawab, “Ibumu.” Dia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Rusulullah menjawab, “Ibumu.” Dia bertanya lagi, “Lalu siapa?” Rusulullah menjawab, “Ayahmu.” (Muttafaq’alaih)

Dari hadis di atas Rasulullah menegaskan berkali-kali pentingnya berbuat baik kepada ibu karena ibu lebih lemah dan lebih membutuhkan. Kasih sayang ibu sepanjang masa. Bisakah kita menghitungnya dengan nilai angka-angka, bisakah kita menggantikan kasih sayangnya itu dengan bentuk materi atau dengan sekedar ungkapan kata-kata?

Oleh sebab itu teman-teman, selagi beliau masih hidup , yakinlah bahwa “Aku Bisa” berbuat baik, menyayanginya, mencintainya, membuatnya bahagia, dan mendoakan beliau. Bersyukurlah kita masih bisa menciumnya, memeluknya, membuatkan minuman, memijitnya, dsb. Karena siapa tahu, entah besok, lusa, tahun depan atau bahkan satu jam mendatang, Allah tiba-tiba memanggilnya. Apa yang akan bisa kita lakukan lagi selain mendoakannya?

Semoga kisah ini bisa menginspirasi kita akan pentingnya memuliakan kedua orang tua kita terutama ibu. Amiin…Terimakasih ibu…Aku mencintaimu…

Silahkan dikomentari di link  ini :

http://www.facebook.com/note.php?note_id=233457787637

One Response

  1. subhanallah..
    love mama so much..
    takkan q biarkan diri mu kecewa mama…
    ^__^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: