Nasehat Jitu bagi yang malas menulis

Hehe…judul yang siipp dan mengena untukku terutama.Berawal dari sebuah pelatihan yang berjudul “Pesantren  Jurnalistik 2” oleh majalah Hadila, aku terbakar dan tersodok dengan sebuah pernyataan beliau (Johan Wahyudi). Beliau seorang guru, seorang ayah, namun bisa bisa menghasilkan uang berpuluhan juta dari “Menulis”. So what gitu loh? Aku sebagai salah satu peserta langsung mangap alias bengong.

Ko bisa ya? Bagaimana mungkin? Ah ga percaya….

Begitu banyaknya pertanyaan berlarian di atas kepalaku. Apapun yang beliau ungkapkan,aku dengarkan. Alhasil dan intinya adalah…..

Untuk menjadi seorang sukses seperti beliau (penulis yang sukses), harus mau berkorban banyak waktu. Managemen waktu yang cerdas, kata beliau. Jika ingin perubahan, maka rubahlah kebiasaanmu! Jika menjadi seorang ibu dengan banyak anak,ya lakukan aktifitasmu setelah anak-anakmu tidur dan tidak akan ada yang bisa mengganggumu.
Beliau selalu bergadang hampir setiap malam. Ditengah malam itulah, ide akan mudah muncul karena kondisi siap berkonsentrasi (karena sepi kali ya). Beliau juga sering cek in di hotel kota hanya untuk menenangkan diri untuk menulis. Jika di sekolah, saat istirahat dan tidak ada jam mengajar, beliau selalu memilih berdiam diri di perpustakaan atau menyendiri di ruang yang sepi. Apa yang beliau lakukan? Jawabnya: MENULIS.

Renungan dan motivasi buatku sendiri. Hah…??? Segitu besarnya pengorbanannya untuk menulis. Pantas saja beliau sukses. Aku? Why not? Setiap orang berkesempatan berkarya. Jika Pak Johan bisa, seharusnya aku pun juga bisa. Aku memang belum apa2. Namun, pengalaman beliau dari kebiasaan2 yang telah dilakukannya telah mengantarkannya menjadi orang sukses. Siapa tahu dengan aku mulai dari nol seperti beliau, aku bisa sepertinya. Aku ingin bisa travelling keliling dunia bersama keluargaku dari hasil menulisku sendiri. Dan impian itulah yang membuatku kini jadi terbakar-bakar.

Ya,InsyaAllah dengan aku menulis sedikit demi sedikit ini, mulai hari ini akan membuat semangatku bangkit kembali. Karena sejak aku melahirkan anak keduaku, aku jadi malas menulis. Hari-hariku kusibukkan dengan menikmati kelucuannya juga bermain bersama kakaknya.

Tapi dengan “Pesantren Jurnalistik” itu, aku ingin berubah. Dengan jalan merubah kebiasaanku dan mulai untuk menulis kembali.

Bismillah… Minta doanya ya teman-teman agar aku bisa istiqomah. Aamiin…Image

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: