Si Dedek yang Semakin Cerdas

Ibu memiliki peranan penting dalam pendidikan putra putrinya. Karena dari tangan seorang ibulah anak-anak akan mendapatkan kasih sayang yang tulus yang disertai dengan pendidikan yang tidak akan didapat di bangku sekolah. Ibu jugalah yang akan menentukan seperti apakah kelak anak-anak akan dewasa. Dari sanalah ibu akan berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Mulai dari makanan, pakaian, lingkungan, hingga sekolah yang akan dihadapinya. Semua akan diberikan yang terbaik untuk anaknya.

Saya seorang ibu dengan 2 putra. Jagoan pertama saya berumur 5 tahun dan yang kecil 1,5 tahun. Saya juga seorang guru di salah satu sekolah Islam di kota kami tinggal. Meskipun saya ibu pekerja dan waktu bersama anak-anak terbatas, bukan berarti saya mengesampingkan akan kebutuhan-kebutuhan anak-anak. Saya termasuk ibu yang paling peduli akan kebutuhan asupan gizi yang didapatkan putra-putra saya. Terutama dalam hal Vitamin Anak. Karena dari minum vitamin itu mencakup semua gizi yang tidak mereka dapatkan pada makanan seharian. Apalagi si kecil, dia paling suka pilih-pilih makanan. Jika tidak suka, akan dimuntahkannya. Dan tidak banyak makanan yang dia suka. Maka saya memilih vitamin Seven Seas sebagai pelengkapnya dan untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Seven Seas berasal dari minyak ikan COD dan memiliki kandungan gizi yang sangat banyak diantaranya omega-3, vitamin A dan D, juga mengandung DHA. Alhamdulillah semua sudah ada di dalam Seven Seas.

Selain kebutuhan makanan dan pakaian yang terbaik,saya pun memberikan waktu terbaik untuk mereka. Dan ternyata ketika saya memberikan waktu terbaik saya, saya menemukan banyak keajaiban-keajaiban yang membuat rasa penat saya hilang seketika.

Salah satu kejadian yang membuat saya bahagia adalah ketika si kakak bermain mobil, kakaknya menyusun seluruh mobil-mobilan tersebut seperti deretan gerbong kereta api. Si adik membantu kakaknya menyusun yang sama. Sesaat ketika saya tidak memperhatikan beberapa menit saja, tiba-tiba si adik memanggil saya yang sedang sibuk dengan bacaan buku saya.

“Enna…Enna…” (maksudnya bunda…bunda…)

“Iya dek.” Sahut saya.

“Tuh…tuh…” sambil menunjukkan mainan mobilnya. Subhanallah…semua mobil dalam keadaan terbalik, namun tetap dengan barisannya. Semua mobil tanpa ada yang terlewatkan. Mobilnya dibalik semua seperti kakaknya yang saya lihat sedang tertidur. Si adek menunjukkan mobil terbalik itu dan menunjukkan kakaknya yang baru saja tertidur.

“Qiqiqi…” saya tersenyum lepas melihat kejadian itu. Darimana pikiran itu bahwa mobil bisa tidur layaknya manusia. Anak Cerdas! Kata itu yang pertama kali saya ucapkan dan kemudian saya luncurkan kecupan sayang untuknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: