Cerita Lanjutan: Princess Warna

Cerita lanjutannya

Raja bertanya pada ke tiga putrinya, “Siapa yang akan memenuhi undangannya dan siap menjadi istrinya?”

“Aku, Raja.” Princess Yellow langsung menjawab dengan lantang dan dengan percaya diri.

Raja menolehkan kepalanya kepada Princess Green dan Princess Pink. Raja heran, mengapa tidak ada jawaban dari mereka berdua. Mereka berdua justru tersenyum melihat jawaban Princess Yellow.

“Benar Princess Yellow? Kau yakin?” Tanya raja kemudian.

“Ya. Takperlu diragukan lagi. Pangeran itu akan menjadi suamiku.” Princess Yellow sangat yakin.

“Jika kau sudah yakin dengan pilihanmu, bersiap-siaplah memenuhi undangan itu.” Saran Raja. Kemudian Princess Yellow berlalu dengan rasa bahagianya. Ia sudah tidak sabar melihat pangeran pujaan hatinya itu.

Di sisi lain, raja masih penasaran mengapa justru bukan Princess Green dan Princess Pink yang bersemangat memenuhi undangan itu.

“Princess Green dan Princess Pink, kenapa kalian tidak ada keinginan untuk menerima undangan itu? Bukankah kalian bilang sendiri kalau pengeran itu baik. Apa kalian tidak mau punya suami yang baik seperti pangeran itu?” Tanya raja penasaran.

“Pangeran itu memang baik Raja, tapi kata panglima utusan saya, pangeran itu tidak tampan. Jika  tidak tampan bagaimana ia bisa mendampingi saya? Apa kata rakyat jika saya cantik tapi suaminya tidak tampan? Saya tidak mau bersuami seperti dia.” Jelas Princess Pink pada Raja.

“Pangeran itu memang baik kepada orang miskin. Tapi ia sangat berbangga diri terhadap apa yang telah ia lakukan. Mengumumkan ke semua rakyat bahwa ia telah melakukan hal baik ini dan itu. Saya tidak suka memiliki suami yang bersifat hampir sama seperti saya. Apa kata rakyat-rakyat saya kelak jika memiliki pangeran dan putri kerajaan yang sama-sama sombong. Saya ingin memiliki suami yang baik karena ketulusannya, saya ingin mempunyai suami yang bisa merubah sifat jelek saya.” Princess Green mengulas alasannya.

Sejak itu Raja bisa menerima alasan kedua putrinya dan membiarkan Princess Yellow menentukan pilihannya karena salahnya sendiri, santai dalam menghadapi masalah dan cenderung meremehkan masalah apa yang sedang ia hadapi. Seharusnya ia melakukan hal yang sama seperti kedua kakaknya sebelum akhirnya memutuskan undangan tersebut..

Princess Yellow akhirnya menikah dengan pangeran kerajaan tetangga. Ia memiliki harapan dan cita-cita besar dengan keputusan itu meskipun pangerannya tidak sesuai yang diinginkannya karena dari sebuah konsekuensi yang telah ia putuskan.

Pelajaran dari kisah ini adalah jika menghadapi sebuah permasalahan seharusnya kita tidak langsung mempercayai apa kata orang. Kita perlu melakukan sebuah misi untuk menguji pernyataan orang tersebut agar kelak kita tidak menyesal dikemudian hari.

2 Responses

  1. Ueyye…jawabanku bener…😀

    • Iya, Selamat ya Isma…You are the winner.
      Minta no HP nya yg mau sy kirimi pulsa ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: