Minggu 6

Guruku Dulu dan Sekarang

Tulisan ini diikutkan pada 8 Minggu Ngeblog bersama Anging Mammiri, minggu keenam dengan tema “Dua Sisi”.

Dua sisi, tema yang membuat saya lumayan memeras otak untuk mengurai ide. Tapi akan saya coba urai ide ini agar menjadi tulisan yang apik menurut saya.

Saya akan bercerita tentang dua sisi bagaimana seorang guru mengajar (kebetulan profesi yang sedang saya jalani saat ini dan sedikit lebih tahu ilmu psikologi pendidikan). Sisi yang pertama cara mengajar anak didik seperti jaman dahulu kala. Guru mengajar secara berceramah, menulis di papan, dan anak-anak mendengarkan dan menulisnya di buku tulisnya. Guru bersikap otoriter, berkuasa, dan selalu benar.

guru

Masih ingatkah teman-teman dahulu ketika kita masih duduk di Sekolah Dasar dan SMP sekitar tahun 90-an? Bagaimana menurut teman-teman, apakah pelajaran yang diajarkan guru-guru kita saat itu sampai sekarang masih membekas dalam benak kita? Apa yang paling teman-teman ingat kala itu?

Jawaban saya adalah sangat sedikit sekali materi yang benar-benar terekam di otak saya dengan baik. Contohnya pelajaran sejarah saat di SD. Dulu saat saya di SD, guru saya menerangkan sejarah lahirnya Pancasila, kemudian proses terjadinya kemerdekaan RI dan bagaimana Indonesia menjalani itu semua setelah kemerdekaan. Guru bercerita kemudian memberikan selembar fotocopian yang harus dihafalkan. Kapan terjadinya, siapa tokoh-tokohnya, dan apa yang terjadi. Semua harus hafal. Setelah itu ulangan. Okey, saya mengakui saya lumayan dapat nilai bagus saat itu setelah saya hafalkan semalaman. Saya hafal tanggal terjadinya KMB,siapa tokohnya,dsb. Namun jika sekarang saya ditanya tentang sejarah itu, tiba-tiba saya takingat sama sekali. Serasa hafalan saya menguap seiring bertambahnya usia. Belum lagi matematika tentang KPK, FPB, Volume, Romawi, dsb. Sebelum saya menghadapi tes kemampuan saat melamar jadi guru, saya lupa sama sekali dengan materi-materi itu. Akhirnya saya mau tidak mau harus belajar lagi tentang materi-materi itu. Itu cerita kita masa lalu yang sebagian besar teman-teman alami.

mathematics

Alhamdulillah pendidikan sekarang berkembang maju. Dinas Pendidikan dan jajarannya mengevaluasi perkembangan pendidikan di Indonesia dari tahun ke tahun. Dan InsyaAllah sekarang pendidikan di Indonesia tidak menganut sistem jaman dahulu. Dahulu guru hanya dituntut mengajar dan mendapatkan gaji yang sangat minim. Sekarang guru mendapatkan tempat yang bagus di layanan pendidikan. Guru diberikan kesejahteraan namun juga dituntut keprofesionalannya dalam mengajar. Berbagai pelatihan-pelatihan tentang bagaimana cara mengajar yang baik dan menyenangkan bagi siswa dilakukan dimana-mana. Jadi sebanding antara kinerja guru yang profesional dengan hadiah yang diberikan kepada guru. Hadiah-hadiah tersebut juga sebagai bukti bahwa guru sekarang mendapatkan tanggungjawab yang lebih berat dibading dahulu. Untuk menjadi guru yang baik takhanya mengajar tapi bagaimana siswa memahami apa yang diajarkan.

Bagaimana siswa memahami ilmu itu, guru dituntut mengajar dengan menyenangkan. Menyenangkan bagi siswa dan siswa menjadi pusat pembelajar(student centere). Jadi guru takperlu ceramah mulai A-Z, tapi cukup memantau pembelajaran yang dilakukan oleh siswa. Guru disini bertugas mempersiapkan media pembelajaran, siswa sendiri yang akhirnya akan menemukan materi dan menyimpulkan sendiri dari media pembelajaran yang guru siapkan tadi. Dengan begitu siswa diajak untuk merasakan pengalaman pembelajaran sendiri. Tidak seperti kita dulu, kita hanya menerima apa kata guru kita kemudian kita menurut dengan teori-teori itu. Kadang kita tidak tahu asal teori itu dari mana.

SP_A0709

Salah satu contoh pada pelajaran yang saya ajarkan pada anak-anak. Saya menyiapkan sebuah plastik bening dan sebuah karet. Kali ini siswa saya ajak untuk praktek pembuktian tentang ciri makhluk hidup khususnya tumbuhan. Siswa saya ajak ke lapangan kemudian menyuruh mereka membungkus sehelai daun yang masih berada di batangnya dengan plastik dan diikat karet. Siswa mengamati sendiri apa yang terjadi 5 menit kemudian. Setelah tahu hasilnya, merekapun berebut menjawab pertanyaan yang saya ajukan. Dari praktek tersebut siswa dapat menyimpulkan sendiri bahwa ternyata tumbuhan juga bernafas sama seperti hewan dan manusia. Terbukti bahwa di dalam plastik bening muncul uap air hasil tumbuhan bernafas (mengeluarkan gas). Dan itulah yang membuat siswa menjadi memahami teori dari pengalaman mereka sendiri.SPM_A1115

Sama seperti jika kita disuguhi sepotong kue kemudian seseorang bilang bahwa kue itu enak tanpa harus kita cicipi terlebih dahulu. Percaya kalau kue itu enak? Kemudian kita mencicipinya kue itu sendiri. Kira-kira mana yang lebih diingat, kata orang apa kita rasakan sendiri? Tentu kita akan menjawab kita rasakan sendiri,kita cicipi kue itu. Dengan begitu kita akan mendapatkan pengalaman sendiri bahwa kue itu benar-benar enak dan mendapatkan sensasinya sendiri. Ternyata kita akan jauh lebih menghafalkan sesuatu dari pengalaman yang kita lakukan. Benar?  

Ya,itulah sedikit yang bisa saya ceritakan tentang dua sisi yang berbeda antara cara mengajar jaman dahulu dengan cara mengajar di jaman sekarang. Tanggungjawab seorang guru dimasa sekarang sangat berat karena generasi kita yang akan datang berpengaruh terhadap bagaimana guru mengajarkan ilmunya saat ini.

14 Responses

  1. Hiyaaa.. rajin banget mba, pake tulisan warna-warni. Jangan lupa blogwalkingnya, biar nilainya nambah😀

  2. aku termasuk manusia jadul yang sd pun tahun 80an.tapi alhamdulillah.meski aku sekolah ndeso di sd negeri, sekolahanku asik.aku paling suka pengetahuan alam.diajak praktikum dengan alat yang bisa dibuat sendiri.percobaan fisika sederhana(pas sd belum tau fisika tapinya.:D).mengamati pertumbuhan kacang yang terpengaruh sinar matahari, sampai diajakin belajar berkebun juga.suka deh.^_^.

    • berarti mbk Anik beruntung…punya SD yang guru2nya sudah kreatif.
      hmmm…sy suka sekali berkebun.

  3. toss *sesama pengajar…kalo aku model pembelajaranku skrg sih, lebih mengasah potensi anak, liat kemampuan anakx, kalau anakx susah menyerap pelajaran lewat ujian tulis, akan kucoba pake metode diskusi, kalo susah ngomong en ujian tulisx jg kurang bagus lihat hasil prakteknya di lapangan, jadi aku menggabungkan banyak faktor, kalau jaman dulu mmg kita dipaksa ngapal yagh mkx gak ma kuterapkan ke peserta didik begitu…

    btw pelajaran sd yg kuingat adalah petuah guru sdku waktu msh kls 6 dulu “kamu pilih dikasih apa mobil, uang atau sekolah”, nah petuah itulah yang sekarang msh kupegang….

  4. Jadi guru pun wajib menjadi kreatif, tidak hanya mengharap dapat gaji tiap bulan, memang itu adalah alat untuk memperlancar atau terpenuhinya hak2 guru. Disisi lain guru menjadi jembatan atau bahkan sebagai rujukan dari siswa-siswi…, bisa saja khan…:)

    karena anak2 yang masih labil kerap mencari contoh, maka apa yang ada di saksikannya berpengaruh nanti gaya dan cara berpiikirnya., kalau cara berpikir bagus maka output dalam kehidupannya kelak juga bagus, tapi kalau sebaliknya, dampaknya juga terlihat, mungkin kejadian2 yang telah terjadi selama ini adalah bentuk2 pemikiran yang salah kaprah.., misalnya ada yang korupsi karena pola pikiran yang licik. Nauzubillah..

    O iya, foto anak2 di atas seperti sedang belajar beladiri karate ya?, hehehe

    • sepakat….sepakat….sepakat…sama Haerul…
      Oits,bukan beladiri. Itu memang seragamnya warna putih-putih kalau hari Jumat.
      Alhamdulillah anak2 ketika saya berada di kelas sy merasa dekat dg mereka

  5. intinya belajar dgn praktek langsung lebih mengena ya mbak🙂

  6. Tugas guru memang berat dan selalu dituntut untuk kreatif, menggunakan metode pembelajaran yang lebih efektif.
    Dan pembelajaran dengan pengalaman lebih berkesan dan diingat oleh anak daripada hanya sekedar mendengar cerita guru.

    Salut deh buat para guru yang mendedikasikan hidupnya untuk mencerdaskan anak bangsa. Terus berjuang dan tak pernah putus asa, semoga menjadi amal jariyah yang akan terus mengalir hingga hari perhitungan kelak…

    • Aamiin…Aamiin…Aamiin…YRA
      Semoga saya juga bs memberikan yang terbaik untuk anak-anak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: