Azhar said, “Tobil Bobo!”

Selalu ada syukur yang terucap di bibir dan hati ini. Lucu! Azhar tiap hari selalu memberikan kejutan baru bagi bundanya. Hari ini di saat kami bermain mobil-mobilan.

Tiba-tiba Azhar bilang “Tobil bobo.” (maksudnya mobilnya bobo) sambil memiringkan semua mobilnya yang menunjukkan bahwa mobilnya dalam keadaan ditidurkan. Eh ga lama kemudian Azhar bawa mobil-mobil itu ke kamar tidur dan menidurkannya di atas bantal.

“Subhanallah…Azhar makin pintar ya, nak…” ucap saya sambil memeluknya.

Begitu indahnya bisa menikmati detik demi detik bersamanya, anugrah Allah yang sangat berharga bagi saya dan suami tentunya. Terimakasih Ya Allah…

Advertisements

Ceria Bersama si Kecil

Malam ini asyiknya menggambar bersama si kecil sambil ditemani ayah yang lagi sibuk online karena pekerjaan kantornya.

“Daripada ganggu ayah, yuk Azhar kita gambar aja yuk…”

Ini hasil gambaran Azhar ma bundanya.

Hehehe…yang gambar Azhar apa bundanya ya???

Ini gambar pesawat bukan ya??

Berawal dari Azhar yang pengen gambar pesawat, tapi bundanya ga bisa bikin pesawat.

“Pesawat…pesawat…” rengek Azhar

Alhasil jadilah seperti ini…

Gambar terakhir yang kita buat.

Bingung mau gambar apa lagi, akhirnya terinspirasi dengan hewan penuh warna ini. Butterfly…

Hehehe….Wah azhar pinter gambar nih…

Ok, Azhar karena sudah malam. Kita bobo dulu ya…Besok kita gambar lagi. OK, nak!!!

Azhar, Ayo Semangat!

Hati saya benar-benar dicemaskan dengan keadaan Azhar mulai kemarin siang. Pasalnya suhu tubuh Azhar makin lama makin tinggi. Saya pun berinisiatif untuk membelikan obat penurun panas anak-anak  merk T**P*A. Saya harap ini akan mengurangi panasnya. Adzan Asyar berkumandang, namun suhu tubuhnya belum juga turun bahkan mencapai 39,9 derajat. Tanpa pikir panjang, saya lantas membawanya ke klinik dekat rumah.

Saya bilang sama dokter kalo Azhar hampir tiga hari ini susah sekali makannya plus kemarin rabu ikut bundanya ke Depok. Tentu itu menjadi penyebab mengapa Azhar bisa drop. Ya…ya…ya…Saya memang salah, kenapa mengijinkan Azhar untuk tetap ikut dengan perjalanan jauh Bekasi-Depok PP via KRL.

Malam menyapa, Azhar masih belum menunjukkan perkembangan yang berarti.  Saat minum obat adalah saat yang mengkhawatirkan saya. Kenapa? Azhar paling susah kalo minum obat. Setiap obat yang masuk, selalu dimuntahkannya. Akhirnya semua makanan dan minuman yang sudah masuk ikut keluar lagi. Usaha saya untuk menyuapinya sia-sia jadinya. Saya mencari solusi apapun dan cara apapun agar obat itu bisa masuk dan tidak dimuntahkannya kembali. Alhamdulillah…meskipun yang masuk cuma sedikit karena harus tumpah dan berceceran, yang penting sudah masuk. Saya juga harus mengkompres kepala,tangan dan kakinya karena suhu tubuhnya masih berkisar 39. Wah…yang makin menambah saya khawatir lagi adalah diikuti diare.  Sudah susah makan, sekarang ditambah dengan diare.  Bagaimana mungkin…perut tidak terisi tapi dikeluarkan dengan banyaknya air yang keluar. Sampai malam tadi sudah tiga kali diare. Ya Allah Azhar…

Pagi ini, Alhamdulillah Azhar sudah agak tenang dari sebelumnya. Semoga ini menjadi awal yang baik di hari ini buat Azhar. Cepat sembuh ya, Nak…Bunda mengkhawatirkanmu…

Azhar, kamu lucu deh nak…

Alhamdulillah…putra kecil kami yang akan menginjak usia 1,5 tahun ini perkembangannya terus maju. Menghabiskan waktu hari-hari bersamanya membuat saya, bundanya semakin bersyukur di berikan anak yang lucu, cerdas, dan menggemaskan seperti dia.

Azhar sudah bisa takbir dengan gerakan tangannya seperti orang takbir saat sholat meskipun kadang agak salah sedikit. Tapi ia mulai merespon dengan kita mengucapkan “AllahuAkbar…Azhar kalau sholat gimana, nak?” Ia langsung mengikuti gerakan orang takbir.

Azhar juga tahu handphone itu untuk menelepon. Jika tahu HP saya, ia biasanya langsung ambil terus ditaruh di telinganya sambil ngoceh2 sendiri. Bahkan kedua HP saya (CDMA&GSM)  juga begitu.

Azhar suka menggoyang-goyangkan badannya dan naik turun kepalanya kalau dengar dan lihat VCD doa-doa yang dinyanyikan.

Wah banyak deh…kebahagiaan itu terus mengalir di hati saya. Apalagi saat mengajaknya berbicara dan ia bisa merespon meskipun azhar belum bisa ngomong jelas. Belum lagi kalau sedang asyik bercanda sama dia. Ihh…lucu sekali….

Terimakasih ya Allah…Saya diberikan kbahagiaan ini…

Azhar….

tnAlhamdulillah Azhar yang diusianya masih 14 bulan (1 tahun 2 bulan) sudah bisa makan sendiri lho! Bundanya menyiapkan makanannya di piring beserta lauk dan sayurnya. Saya lihat motoriknya sangat bagus ,dalam menggunakan tangan kanan kemudian memasukkan sendiri ke dalam mulutnya. Saya yang di depannya mengawasinya sambil memberikan support dan mengajari caranya. Awalnya sih bisa rapih dan tidak belepotan. Azhar makan dengan sangat baik. Tapi…namanya juga masih anak-anak, setelah beberapa suapan ia mulai bosan. Kemudian makanan itu dimainin. Dan akhirnya jadilah semua isi piring itu kosong, dan berpindah ke lantai. Saya yang didepannya tidak memarahinya karena itu juga termasuk dalam hal pembelajaran buat dia. Mengasah kreatifitasnya dan tidak melarang dia dalam hal-hal yang sebenarnya membantu dia dalam perkembangannya. Dengan membiasakan dia untuk makan sendiri sejak awal, juga akan melatih dia untuk bisa mandiri sejak awal pula. Mungkin tidak selalu makan sendiri, tapi dicoba sehari sekali saja. Dan sisanya kita yang menyuapinya. Kotor pasti itu. Bukankah kotor itu baik? Ya,kini menjadi tugas bundanya untuk membersihkan semuanya. Hehehe… Azhar…Azhar…namanya juga anak-anak…

Sehari Bersama Ayah

bersamaayah Ahad, 4 Januari 2009. Pengasuhan Azhar anak kami mengharuskan berada di tangan ayahnya. Pasalnya bunda Azhar mengikuti BATRE 7 sebagai pelatihan awal anggota baru FLP Depok. Acaranya dimulai pukul 08.00 hingga pukul 16.00 lewat sedikit.

Sebenarnya tidak tenang meninggalkan mereka berdua terutama Azhar hingga berjam-jam jauh dari bundanya. Tapi apa boleh buat, saya juga tidak mungkin membawanya ke pelatihan itu. Karena tentu saja akan merepotkan saya dan saya tidak bisa berkosentrasi secara penuh. Pasti sia-sia saja mengikuti pelatihan itu. Ketidak tenangan itu saya buktikan dengan sering-sering menanyakan kabar via sms ke suami saya. Salah satu bunyi sms yang saya kirimkan ke suami adalah;

Continue reading