Pentingnya Teman Bermain Bagi Anak-Anak

Dalam banyak hal, perkembangan jiwa anak itu prosesnya sama seperti batang pohon. Agar batang pohon dapat tumbuh-kuat, tidak perlu dilindungi dari terpaan angin atau sinar matahari. Karena justru angin dan sinar itulah yang membuat batang dapat tumbuh-kuat.

Jiwa anak kita pun seperti itu. Agar kekuatannya bertambah dalam menghadapi kenyataan hidup, karena apabila kita hindarkan, mungkin malah akan melemahkannya. Itulah mengapa Alfred Adler, psikolog terkenal,  mengatakan bahwa model mendidik anak yang sangat berpotensi membahayakan adalah terlalu melindungi atau terlalu masa bodoh.

Sebagai orangtua, kita disarankan agar tidak terjebak pada kedua pola mendidik itu. Salah satunya adalah melalui kebutuhan anak terhadap teman main. Begitu anak kita sudah mulai bisa jalan dan berbicara, dia butuh teman main dan tidak mau bermain dengan orang dewasa terus.

Meski bagi kebanyakan orangtua bermain itu dianggap kegiatan yang biasa atau malah dianggap kegiatan yang tidak produktif, tapi bagi anak-anak, bermain adalah sekolah. Hampir seluruh ide pendidikan modern untuk orang dewasa itu sudah dijalankan anak-anak melalui bermain. Ini bisa kita buktikan antara lain: Continue reading

Bunda, Ungkapkan rasa sayang dan harapan terindah untuk janin / Si Kecil =)

Bunda, yuk ungkapkan rasa sayang dan harapan terindah untuk janin / Si Kecil =)
Boleh dengan kata2 saja atau dengan desain kartu ucapan yang Bunda buat sendiri … =))) Gampang loooh ….

Mekanisme:
Kirimkan Ungkapan rasa sayang dan harapan terindah Bunda untuk janin / Si Kecil, periode: 18 Januari – 18 Februari 2010

Syaratnya: Continue reading

Tidak sekadar “Jangan!”

“Jangan” memang kata yang paling tepat untuk melarang si kecil melakukan hal-hal yang berbahaya, seperti memegang pisau atau berkeliaran di tempat pertokoan.  Kata “jangan” juga menjadi kata langganan ketika harus mendisiplinkan si kecil, namun terkadang terlalu banyak kata “jangan” bisa jadi sekedar angin lalu saja.  Nah bagaimana ya membuat si kecil mau mendengar, tanpa harus membuat Anda kesal.
Meski Anda memang perlu menyelamatkan si kecil yang nakal itu, terlalu banyak kata “jangan” bisa menjadi bumerang, lho. Mereka nantinya akan menganggap seperti angin lalu saja sehingga cenderung untuk mengabaikannya. Misalnya, saat mereka ingin menyeberang jalan dan Anda bilang “tidak”. Karena para batita ini amat pintar meniru, semakin sering Anda bilang tidak, semakin sering ia akan kembali mengatakannya pada Anda.  Beberapa anak menanggapi larangan tegas itu dengan mengamuk, dan jika Anda terus-terusan melarang ini itu, risikonya hubungan Anda dan si kecil akan memburuk. Continue reading

Toilet training girl vs. boys

Banyak ibu berharap toilet training  (akhirnya!) berarti benar-benar bebas dari popok. Tapi, cara mengajari anak laki-laki ternyata beda, lho, dengan anak perempuan. Seperti siang dan malam. Memang, kedua jenis kelamin ini memulainya dengan duduk. Haya saja, banyak juga anak laki-laki yang memilih melakukannya sambil berdiri dan langsung “tembak”. Anak perempuan memang belajar lebih cepat, tapi ia masih harus belajar cara duduk yang benar plus membersihkan alat kelaminnya dengan bersih.

Inilah cara gampang melatih anak Anda baik perempuan maupun laki-laki: Continue reading