Keutamaan Shalat Tahajud

Shalat malam, bila shalat tersebut dikerjakan sesudah tidur, dinamakan shalat Tahajud, artinya terbangun malam. Jadi, kalau mau mengerjakansholat Tahajud, harus tidur dulu. Shalat malam ( Tahajud ) adalah kebiasaan orang-orang shaleh yang hatinya selalu berdampingan denganAllah SWT.

Berfirman Allah SWT di dalam Al-Qur’an :
“ Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”
(QS : Al-Isro’ : 79)

Shalat Tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi SAW sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang shalat Tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan . Continue reading

Puasa dibulan muharram,khususnya pada hari ‘Asyura (10 muharram)

Bulan muharram adalah bulan yang dianjurkan untuk memperbanyak berpuasa padanya. Berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallahu ‘alaihi wasalam bersabda:

أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ

“puasa yang paling afdhal setelah ramadhan adalah bulan Allah: muharram,dan shalat yang paling afdhal setelah shalat wajib adalah shalat malam.” Continue reading

Berapa Tarikan Nafas Lagi Usia Kita?

Sadarkan diri kita akan hal di atas, hitung-hitunglah ‘tinggal’ berapa tarikan nafas usia kita masing-masing……….
Mumpung kita masih punya ‘sekian juta’ tarikan nafas, sebaiknya kita gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, lakukan segala aktifitas dengan mengatas namakan Allah.
…………..

(Aku berlindung kepada Allah dari godaan syeitan yang terkutuk, artikel ini saya tulis sama sekali bukan bermaksud mendahului ketentuan Allah, melainkan semata-mata agar kita semua ingat akan pentingnya waktu)

Continue reading

Berbagilah, Jika Hal Itu Membuat Bebanmu Sedikit Berkurang

Demi masa (detik), sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al ‘Ashr 103:1-3) *****

Terkadang kita butuh kesendirian, sahabatku.. Saat dimana kita butuh ketenangan untuk menata hati kita, menyesali kesalahan-kesalahan kita, meluruskan kembali niat kita, memperkokoh jiwa kita, memohon pada-Nya agar diberi petunjuk ke jalan yang lurus. Namun ada kalanya pula kita butuh teman untuk berbagi. Teman yang tulus untuk mengingatkan dan menguatkan kita.

Continue reading

SIAPAKAH YANG DIMAKSUDKAN DENGAN LELAKI SOLEH

Lelaki Soleh dapat di definisikan sebagai seorang lelaki muslim yang beriman (mukmin), bersih dari segi zahir dan batinnya, mengambil makanan yang bersih dan halal(bukan dari sumber yang haram)serta sentiasa berusaha menjauhkan dirinya dari perkara perkara yang akan mendorong kearah maksiat dan menariknya ke jurang NERAKA yang amat dalam. Lelaki soleh juga ialah seorang lelaki yang sentiasa taat kepada Allah swt. dan RasulNya walau dimana sahaja mereka berada dan pada bila bila masa sahaja. Kesolehan dan keimanan seseorang tidak dapat dilihat dan diukur dari segi lahiriah semata mata kerana ianya adalah berkait rapat dengan masalah AKIDAH dan KEYAKINAN, kepada siapa dia menyerah keyakinan dan ketaatan dan sebaliknya. TAUHID merupakan dasar tertinggi dalam kehidupan yang harus sentiasa dipelihara kerana apabila tauhid tidak betul dan sempurna, maka seluruh amalan yang dilakukan adalah sia-sia sahaja. Apabila telah jelas kepada siapa kita memberikan perwalian dan terhadap pihak mana kita menolak kepimpinan, barulah Tauhid akan menjadi kenyataan dan berdiri dengan tegaknya dalam jiwa seseorang. Oleh yang demikian, jelaslah bahawa kesolehan seseorang lelaki itu tidak dapat dinilai dari segi lahiriah semata-mata. Ianya adalah lebih jauh dan mendalam dari itu senua. Antara hal-hal yang harus dilihat dan dikaji pada setiap individu muslim ialah perkara-perkara yang bersangkutan dengan keyakinan, tujuan dan pandangan hidup serta cita-cita dan jalan hidup seseorang itu.

Continue reading

Keteladanan dan Sikap Lemah Lembut Suami

Rasulullah bersabda:
“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang
paling baik akhlaknya dan paling lemah lembut terhadap
keluarganya.”
(HR Bukhari Muslim)

“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang
paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kamu ialah yang
paling baik kepada istrinya”

(HR Tirmidzi)

Para suami sepatutnya benar-benar menyadari bahwa
dalam pandangan Islam sebaik-baik laki-laki adalah
laki-laki yang paling lemah lembut dan paling baik
sikapnya kepda istri, keluarga serta anak-anaknya.

Jadi, jika seorang suami bersikap berangasan, galak
atau kasar, walaupun mempu yai pangkat dan jabatan
yang tinggi, memiliki ilmu yang banyak, menyandang
gelar mentereng, sebetulnya belum menjadi laki-laki
yang baik.
Memang, boleh jadi karena satu dan lain hal, istri
terkadang membuat jengkel atau sulit menaati suami.
Namun, sebenarnya yang paling penting untuk dipikirkan
adalah kepribadian sang suami itu sendiri. Mengapa?
Karena, seorang suami akan sulit untuk mengubah istri
atau anak-anaknya kearah yang lebih baik, jika si
suami sendiri belum mengubah perilakunya menjadi baik.

Continue reading

Ikhwan Idaman Akhwat (2)

3. Perilakunya menyenangkan

Umumnya sih, ikhwan yang udah oke keimanannya, insya Allah oke juga
kepribadiannya. Sebab, setiap apa yang dilakukan itu pastinya ngikutin cara
pandang kehidupannya. Artinya, apa yang diilakukannya sesuai yang dipahami.
Tapi, kadang praktek beda ama teori.

Nah, gimana nih dengan ikhwan yang jaim? Atau gimana pula menurutmu kalo ada
ikhwan yang caper bin ganjen ama akhwat?

“Aku nggak suka kalo ngeliat ikhwan yang jaim. Kayaknya dia tipe orang yang
nggak pede untuk menunjukkan jati dirinya (cieee). Apalagi kalo ngeliat
ikhwan yang caper dan ganjen ama akhwat, aku nggak suka banget. Karena
biasanya ikhwan yang kayak gitu orangnya rese… kan nggak semua akhwat suka
diganjenin (99,99 % nggak suka),” tulis Ira ke STUDIA.

But, karena menurut Ira 99,99 persen akhwat nggak suka, ternyata masih ada
tuh dari 0,01 persen akhwat yang suka tipe ikhwan yang jaim. Sebut aja
Yanti, menurutnya, “Suka, sebab kita-kita jadi tengsin kalau mau jailin
ikhwan jaim. Tapi kalo ganjen dan caper nggak sukaaaaa…. ikhwan kok nggak
inisiatif cari kerjaan selain caper-in akhwat” paparnya.

“Keimanan so pasti dong ya kudu jadi pilihan utama. But, perilakunya juga
harus mencerminkan keimanannya. Jadi aku nggak suka sama ikhwan yang ganjen,
yang suka caper sama akhwat, yang sombong, yang nggak mau akur sama ikhwan
lainnya, yang ngomongnya nggak sopan. Meskipun dia ilmu agamanya bagus dan
rajin berdakwah,“ jelas Arini.

Waaah… harap hati-hati buat para ikhwan. Jangan sampe para akhwat udah
nggak sreg duluan sama kita pas ngelihat tampilan kita kayak gitu. Memang
sih, ikhwan juga manusia (yeee.. nggak mau kalah sama akhwat yang juga
manusia). Karena manusia, maka nggak bisa lepas dari kelemahan dan
keterbatasan. Memang sih, tapi kan bisa dipermak jadi oke. Soalnya yang
namanya afektif (perasaan or emosional) itu bisa dilatih dengan pembiasaan.

Jika si dia melamarmu…

Maaf, maaf, jangan keburu kepikiran pembahasan ini khusus dewasa. Ya,
mungkin ini lebih baik, daripada ditulis: “jika si dia memacarimu…”. Tul
nggak? Justru kita harus membiasakan pemahaman bahwa hubungan akrab pranikah
(baca: pacaran—gaul bebas-apalagi seks bebas) itu salah. Sementara hubungan
yang sah untuk saling mencurahkan kasih-sayang dan perhatian antara
ikhwan-akhwat, tentunya lewat pernikahan. Ini yang harus terus
dikampanyekan. Itu sebabnya saya lebih memilih diksi alias pilihan kata,
“melamarmu”. Setuju kan? Awas kalo nggak setuju (idih, ngancem!)

Sobat muda muslim, kalo suatu saat kamu udah siap nikah, terus ada ikhwan
yang mo ngelamar kamu, apa yang bakalan kamu lakukan?

“Ehm… siapa pun ikhwan yang dateng. Aku nggak bisa langsung memutuskan.
Sholat istikharah adalah solusinya. Tapi urusan fisik en materi, kayaknya
nggak zamannya lagi dipermasalahkan (yang harus dilobi tuh ortu, coz siapa
sih ortu yang rela anaknya hidup miskin. Kedengeran matre sih, tapi
sebenernya ortu bersikap kayak gitu, aku yakin alasan mendasarnya bukan
karena matre, mereka cuma pengen anaknya hidup bahagia. Ciee.. sok bijaksana
gini nih).” Mila menulis barisan kata-kata ini via e-mailnya ke STUDIA.
Bener nih?

Eh, kalo ada ikhwan yang gagah, keren, pinter, tsaqafah Islamnya juga
tinggi, anak orang kaya, rajin berdakwah, sholeh, keimanannya mantep (wuih,
ada nggak sih se-perfect ini di dunia nyata?), terus kamu ngarepin jadi
pendamping hidupnya nggak?

“Oh… so pasti gitu looh! Eh, tapi ikhwan yang seperti itu langka
ditemukan,” Tika ngasih jawaban.

“Ingin banget, tapi semua keputusan akhir kan Allah yang nentuin, kita
mungkin cuma bisa usaha,” Ninink menjawab dengan bijak.

Tapi, gimana kalo setelah sekian lama menanti ikhwan idaman hati, eh, yang
dateng tuh ikhwannya dengan kriteria: wajah pas-pasan, miskin, ilmu agamanya
biasa aja, hanya rajin sholat dan dakwah. Gimana tuh?

“It’s ok. I’ll receive. Yang jelas dia orang yang terbuka, bijak, dewasa,
dan merdeka. Kekayaan baginya adalah pemikiran yang diejawantahkan dalam
kehidupan dan perjuangan. Dan atas dasar itu pula, mencuatlah kesadaran
dalam dirinya utk menunaikan kewajiban-kewajiban yang dipanggulnya. Cukup
itu, tidak lebih.” papar akhwat yang punya inisial “sg” dalam e-mailnya ke
STUDIA.

Sobat muda muslim, kayaknya kalo ditampung semua pendapatnya bisa panjang
urusannya neh. Tapi yang jelas, kita bisa punya kesimpulan bahwa umumnya
para akhwat mencari ikhwan idaman yang imannya mantep, sholeh, pengertian,
perhatian, dan punya jiwa pengemban dakwah. Wuih, sederhana dan sangat
wajar. Semoga ini menjadi pegangan dan ukuran kita semua. Karena, yang
namanya keimanan (akidah) tuh kriteria number one euy dalam prioritas
pilihan kita untuk mencari pendamping hidup. Nggak bisa ditawar lagi.

Oke, tulisan ini sekadar melengkapi aja dari tulisan di edisi pekan kemarin
yang udah dibahas panjang-lebar (lengkap dengan dalil-dalilnya sebagai
panduan bagi ikhwan dan akhwat). Artinya nih, tulisan di edisi ini sekadar
penekanan aja dengan lebih banyak mengeksplor pendapat para akhwat.
Mengungkap fakta aja dan sedikit ngasih penjelasan tambahan. Semoga
bermanfaat dan jadi bahan renungan kita. Makasih. [solihin:
sholihin@gmx.net]